Pada kondisi diabetes tertentu, tubuh tidak dapat menggunakan glukosa dengan baik sebagai sumber energi. Akibatnya, tubuh dapat memanfaatkan cadangan lemak dan otot untuk memenuhi kebutuhan energi.

Proses tersebut bisa menyebabkan berat badan berkurang meskipun seseorang tidak sedang menjalani program penurunan berat badan.

Namun, berat badan yang turun tanpa sebab jelas juga dapat berkaitan dengan berbagai kondisi lain. Karena itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah diabetes.

Jika berat badan terus menurun tanpa disengaja, terutama jika disertai rasa haus berlebihan dan sering buang air kecil, segera konsultasikan dengan dokter.

8. Kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki

Kesemutan yang terjadi sesekali, misalnya setelah duduk terlalu lama dalam posisi tertentu, biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, kesemutan atau mati rasa yang berulang dan berlangsung lama perlu diperiksa.

Kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat merusak saraf. Kondisi ini dikenal sebagai neuropati diabetik dan dapat menimbulkan sensasi kesemutan, rasa terbakar, nyeri, atau berkurangnya kemampuan merasakan sentuhan, terutama pada kaki dan tangan.

Keluhan tersebut tidak selalu muncul pada tahap awal diabetes. Meski demikian, gejala yang menetap perlu dievaluasi untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat.

Jika Anda mengalami mati rasa pada kaki, periksa kondisi kulit dan telapak kaki secara berkala. Luka yang tidak terasa sakit sekalipun tetap perlu diperhatikan.

Sebagian orang dengan kadar gula darah tinggi dapat lebih rentan mengalami infeksi, termasuk infeksi kulit, saluran kemih, atau infeksi jamur.

Kadar glukosa yang tinggi dapat memengaruhi fungsi sistem kekebalan tubuh dan menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme tertentu.

Infeksi yang berulang tidak otomatis menandakan diabetes. Namun, jika keluhan tersebut terjadi berulang kali, sulit sembuh, atau disertai gejala lain yang mengarah pada gula darah tinggi, pemeriksaan medis dapat membantu mengidentifikasi penyebabnya.

Apakah gejala gula darah tinggi selalu terlihat?

Tidak. Salah satu hal yang membuat diabetes perlu diwaspadai adalah gejalanya bisa sangat ringan atau bahkan tidak muncul sama sekali, terutama pada diabetes tipe 2.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), gejala diabetes tipe 2 dapat berkembang perlahan selama bertahun-tahun. Sebagian orang bahkan baru mengetahui dirinya mengalami diabetes ketika menjalani pemeriksaan atau mengalami masalah kesehatan yang berkaitan dengan penyakit tersebut.

Karena itu, tidak adanya gejala bukan jaminan bahwa kadar gula darah selalu normal. Pemeriksaan dapat menjadi penting, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko seperti berat badan berlebih, riwayat keluarga diabetes, kurang aktivitas fisik, atau pernah mengalami diabetes gestasional.