NADIKABAR.COM — Satreskrim Polres Jombang meringkus 9 pelaku pengeroyokan dan pembakaran sepeda motor pesilat yang meresahkan warga beberapa waktu lalu. Saat ini, polisi memburu 4 pelaku lainnya yang berhasil kabur.
"Sembilan orang remaja atau pemuda ini diduga pelaku kekerasan, pengeroyokan dan pembakaran sepeda motor di wilayah Jombang terkait dengan rangkaian pasca Ijazah Kubro salah satu perguruan silat," kata Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan saat jumpa pers, Selasa (1/9/2026).
Rangkaian kekerasan jalanan tersebut, lanjut Ardi, dipicu konvoi sambil menggeber sepeda motor dan menyulut petasan di jalan. Rombongan konvoi tersebut terkait ijazah kubro warga perguruan silat Pagar Nusa di Tambakberas, Jombang.
"Sehingga kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama pelajar SMP dan SMA, baik di Kabupaten Jombang ataupun di luar Jombang untuk tidak melaksanakan konvoi malam hari atau pun dini hari dengan cara menggeber motor. Karena hal ini bisa menimbulkan keributan dengan warga sekitar," tegasnya.
Kekerasan terhadap pesilat itu terjadi di 3 lokasi. Pertama di Jalan Raya Dusun Plosorejo, Desa/Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang pada Sabtu (15/8) sekitar pukul 23.00 WIB. Korbannya inisial MRA (19) dan gadis inisial SDN (17), asal Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri.
Menjelang tengah malam itu, MRA dan SDN terlibat konvoi ke Tambakberas, Desa Tambakrejo, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Mereka hendak menyaksikan ijazah kubro dan gemblengan warga perguruan silat Pagar Nusa. Setelah perlintasan KA Bandar Kedungmulyo, mereka tiba-tiba dihadang dan dikeroyok gerombolan pelaku.