Ia mencontohkan kondisi di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), terutama kawasan Gunung Semeru. Tingginya risiko di kawasan tersebut sempat membuat sekitar 170 pendaki terjebak sebelum akhirnya berhasil dievakuasi.

"Penutupan ini bukan bermaksud untuk membatasi keinginan pendaki, tapi risiko sangat tinggi di TNBTS, sehingga mengakibatkan 170-an pendaki yang terjebak, namun bisa dievakuasi," jelas Raja Juli.

Ia menambahkan pemadaman kebakaran di kawasan konservasi membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit. Jika terus dilakukan bersamaan dengan penanganan karhutla di wilayah prioritas, kondisi itu dikhawatirkan mengganggu konsentrasi pemerintah.

"Namun, upaya pemadamannya lumayan menyulitkan, sekali lagi sangat mengganggu konsentrasi kita di enam provinsi prioritas. Oleh karena itu, dilakukan penutupan secara sementara dan terbatas," pungkas Raja Juli.