NADIKABAR.COM — Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) bersama Yayasan Benih Baik menyalurkan bantuan perlindungan berupa 50 polis asuransi mikro dan donasi senilai Rp 315 juta untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Eksekutif AAJI Emira E Oepangat mengatakan bantuan perlindungan asuransi diberikan kepada tenaga kesehatan, guru, dan relawan melibatkan 19 perusahaan asuransi anggota AAJI dan juga kebutuhan akses air bersih serta keperluan belajar mengajar berupa peralatan sekolah bagi anak-anak.

“Sembilan belas perusahaan anggota berkolaborasi untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa di NTT dengan komitmen donasi sebesar Rp315 juta. Yang ini juga sangat menggembirakan pemberian 50 polis asuransi mikro kepada tenaga kesehatan puskesmas, guru dan para relawan,” kata Emira dalam acara program ISR “Kebaikan Berkelanjutan” NTT di Jakarta, Senin.

Emira mengatakan bencana gempa bumi di NTT menjadi pengingat bahwa masyarakat menghadapi risiko bencana alam yang dapat berdampak besar terhadap kehidupan sehari-hari.

Dalam industri asuransi bencana alam masuk menjadi salah satu klausul force majeure dalam polis asuransi sehingga kepemilikan asuransi menjadi salah satu kebutuhan penting untuk bisa membantu proses pemulihan masyarakat jika terjadi bencana yang tidak diduga.

Dalam kolaborasi bersama Benih Baik, AAJI juga memfokuskan bantuan pada penyediaan akses air bersih melalui pembangunan sumur bor dan pemasangan jaringan pipanisasi di Desa Kota Keo, NTT.

Selain itu, pemberian bantuan polis asuransi mikro sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas literasi dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan asuransi.

Karena itu, dukungan kepada masyarakat terdampak perlu mencakup pemenuhan kebutuhan dasar sekaligus akses terhadap perlindungan.

“Ini yang harus kami tekankan lagi ke daerah-daerah untuk memberikan literasi dan perlindungan kepada yang memerlukan,” ujarnya.

Pendiri Yayasan Benih Baik Andy F. Noya mengatakan bantuan pada korban bencana alam yang paling sangat dibutuhkan justru pada masa pemulihan, sehingga bantuan berkelanjutan dapat dimanfaatkan masyarakat setempat untuk kembali menata kehidupan.

“Situasinya sudah lebih tenang sehingga masyarakat bisa lebih berpikir jernih, tapi dengan bantuan yang kita berikan kegiatan-kegiatan mereka secara ekonomi juga sudah mulai bisa lebih ditingkatkan, dengan bantuan air bersih dan proses belajar mengajar,” kata Andy.

Andy mengatakan bantuan yang tepat sasaran juga dapat membantu memulihkan traumatik pada keluarga terutama anak-anak. Dalam kolaborasi ini Andy juga menekankan pentingnya edukasi mengenai jenis polis asuransi yang menyesuaikan dengan karakter dan ekonomi masyarakat lokal oleh perusahaan asuransi.

AAJI sebelumnya juga menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Melalui kolaborasi dengan Yayasan Benih Baik, AAJI berupaya memperluas jangkauan bantuan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di wilayah terdampak bencana.

AAJI berharap masyarakat di wilayah terdampak dapat segera pulih dan kembali menjalankan aktivitas secara normal. Emira menegaskan, industri asuransi akan terus berupaya hadir membantu masyarakat yang menghadapi dampak bencana alam.