Oleh karena itu, penilaian terhadap 18 pasang atau 36 finalis dilakukan oleh dewan juri lintas disiplin. Indikator penilaian mencakup pengetahuan tentang Jakarta, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, pola pikir global dan kreatif, hingga kemampuan berkolaborasi dan menghadirkan solusi.
Ke-36 finalis tersebut mewakili enam wilayah administrasi di DKI Jakarta, yaitu lima kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu.
Sementara itu, juri ajang yang memasuki penyelenggaraan ke-54 ini diisi oleh figur-figur tepercaya dari berbagai bidang. Mereka terdiri atas tokoh Betawi, pegiat industri pariwisata, hingga pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Para juri yang bertugas antara lain Beky Mardani (bidang kebudayaan Betawi), Yustinus Prastowo dan Suharini Eliawati (bidang pemerintahan), Rose Mini (bidang psikologi), Poppy Dharsono (bidang tata busana), Fifi Aleyda Yahya (bidang public speaking dan bahasa asing), Haryadi Sukamdani (bidang pariwisata), Joshua Simanjuntak (bidang ekonomi kreatif), serta Ayu Dyah Pasha (bidang etiket dan kepribadian).
Penentuan pemenang juga dipengaruhi oleh jawaban atas pertanyaan yang diajukan langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, kepada tiga besar finalis dengan durasi menjawab hanya 30 detik. Saat itu, Rano menyampaikan masing-masing satu pertanyaan untuk finalis Abang dan None.