Alrasyidin mengungkap, para pelaku sempat berkomunikasi dengan orang tua korban. Untuk menutupi aksi penganiayaan, mereka diduga berbohong bahwa korban mengalami sakit beri-beri.

"Pada awal Agustus, pengurus kapal ini juga melakukan komunikasi dengan ibu korban atas nama Ilhash ini bahwa menyatakan, 'Anak Ibu sakit beri-beri dan sudah dilakukan perawatan di Rumah Sakit Dobo di wilayah hukum Kepulauan Aru.'," kata dia.

"Dan setelah kita dalami juga, rupanya dugaan sementara informasi tersebut bahwa korban dilakukan perawatan dan lain-lain itu tidak dilakukan perawatan oleh oleh pengurus kapal," imbuhnya.

Polisi saat ini masih fokus pada pemulihan kondisi korban. Di samping itu, polisi juga masih memburu terduga pelaku penganiayaan.