NADIKABAR.COM — Kelompok Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Mandiri Sawahlunto, Sumatera Barat, mengembangkan usaha budidaya madu galo-galo sebagai kegiatan produktif untuk meningkatkan kemandirian ekonomi anggota sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis potensi daerah setempat.

Ketua Kelompok ABK Mandiri Sawahlunto Delvia Syandra, di Sawahlunto, Jumat, mengatakan, kelompok tersebut awalnya dibentuk oleh sekitar dua hingga tiga orang tua ABK sebagai wadah silaturahmi, saling belajar dan menguatkan, sampai kini berjumlah 15 anak.

Menurut Delvia, kekhawatiran terhadap masa depan ABK yang belum mampu mengurus diri secara mandiri dan belum memiliki kegiatan produktif menjadi salah satu alasan kelompok mengembangkan kegiatan kewirausahaan.

"Kelompok ini kemudian berkembang menjadi ruang belajar mengenai pengasuhan, psikologi, sosial, manajemen hingga kewirausahaan. Kegiatan produktif diarahkan sebagai bagian dari proses mempersiapkan ABK menuju kemandirian," kata dia.