Salah satu kegiatan yang dikembangkan adalah budidaya madu galo-galo. Kelompok sebelumnya telah mencoba melakukan budidaya secara mandiri, tetapi hasil awal belum mencapai target karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman anggota.
Kelompok kemudian mengajukan dukungan kepada PTBA untuk mengembangkan budidaya tersebut. PTBA memberikan lima stup atau koloni galo-galo disertai pendampingan melalui Hery Setiawan, pembudidaya madu galo-galo di Sawahlunto.
Hery mengatakan perawatan galo-galo relatif mudah dan berisiko rendah sehingga ABK dapat dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Teknik perawatan hingga panen diajarkan kepada anggota secara telaten dan berulang-ulang.
Menurut Hery, anak-anak anggota kelompok cukup antusias mempraktikkan pengetahuan yang diberikan. Delvia mengatakan keterlibatan anak-anak yang awalnya takut merawat dan memanen kini berkembang menjadi lebih terbiasa mengikuti kegiatan panen.