NADIKABAR.COM — Relawan Arus Bawah Prabowo (ABP) menyatakan gelombang dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto yang kembali mengemuka di media sosial merupakan bentuk silent majority yang mulai bersuara.
"Fenomena ini sebagai sinyal bahwa kelompok masyarakat yang selama ini lebih banyak diam atau tidak terlalu aktif menyampaikan pandangan politiknya di ruang publik atau yang kerap disebut silent majority, mulai menunjukkan sikap dan menyatakan dukungan secara terbuka kepada Presiden Prabowo," kata Ketua Umum ABP Michael Umbas dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Dia menuturkan berbagai pesan, seperti "Kami Setia Bersama Prabowo", "Prabowo Tidak Sendiri", dan "Satu Barisan Bersama Prabowo", saat ini sedang menjadi narasi yang disuarakan berbagai elemen masyarakat.
Selama ini, menurutnya, terdapat kemungkinan banyak yang mengira bahwa masyarakat yang mendukung Presiden Prabowo hanya mereka yang aktif di organisasi relawan atau yang terlihat di ruang publik.
Padahal, ada kelompok masyarakat yang selama ini diam, mengamati, dan mengikuti perkembangan, di mana sekarang mereka mulai menunjukkan sikap.
"Pesannya jelas, 'kami setia bersama Prabowo. Prabowo tidak sendiri'," ujarnya.
Ia berpendapat munculnya berbagai materi visual dan pesan dukungan di media sosial memperlihatkan bahwa semangat kebersamaan dengan Prabowo masih terpelihara.
Umbas mengatakan istilah silent majority tidak boleh selalu diartikan sebagai kelompok masyarakat yang pasif atau tanpa sikap politik sebab mereka justru bisa menjadi kekuatan sosial yang menentukan meskipun tidak selalu tampil dalam hiruk-pikuk perdebatan politik.
Dikatakan bahwa silent majority bukan berarti tidak peduli, tetapi mereka memperhatikan, menilai, dan punya pandangan sendiri.
Namun, apabila mereka merasa perlu menyampaikan sikap, mereka akan bersuara. Maka dari itu, saat ini dapat terlihat berbagai pesan kebersamaan dengan Prabowo yang mulai digaungkan.
"Ini menunjukkan bahwa dukungan kepada Presiden tidak bisa hanya diukur dari riuhnya kritik di media sosial," tuturnya.
Dia mengatakan pesan "Prabowo Tidak Sendiri" memiliki makna lebih dari sekadar slogan politik lantaran pesan tersebut merupakan ekspresi solidaritas masyarakat kepada pemimpin yang sedang menjalankan mandat pemerintahan.
Dengan demikian, Umbas mengajak seluruh elemen relawan dan pendukung Prabowo agar menyampaikan dukungan secara positif, dewasa, dan bertanggung jawab.
Dukungan politik, lanjut dia, sebaiknya diwujudkan melalui partisipasi konstruktif, menjaga persatuan, serta ikut mengawal program-program pemerintah agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum ABP Supriyanto menyatakan Arus Bawah Prabowo tidak ingin dukungan kepada Presiden hanya berhenti pada slogan, poster, atau kampanye di media sosial, tetapi harus diterjemahkan menjadi energi sosial yang produktif.
Menurutnya, relawan dan masyarakat perlu ikut mengawal agenda pembangunan, menyampaikan aspirasi dari bawah, serta memberikan masukan apabila terdapat kebijakan yang perlu diperbaiki.
Ia juga berharap semangat "Kami Setia Bersama Prabowo" menjadi pengingat bahwa Presiden tidak berjalan sendirian dalam menjalankan agenda pembangunan nasional.
Disebutkan bahwa masih banyak masyarakat yang berharap dan ingin melihat pemerintahan ini berhasil sehingga silent majority mulai menyatakan sikap.
"Kami ingin menjadi bagian dari masyarakat yang memberikan dukungan, menjaga persatuan, sekaligus memastikan cita-cita kesejahteraan rakyat benar-benar diwujudkan," kata Supriyanto.