Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi masih terus melakukan pemantauan perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan instansi terkait. Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Yoseph Sabaruddin mengatakan, dampak yang dirasakan masyarakat mulai terlihat dari kendaraan dan halaman rumah yang diselimuti debu halus.
"Terjadi perubahan arah dan kecepatan angin yang membawa material abu vulkanik menuju wilayah Kota Sukabumi, masyarakat dapat merasakan dampaknya berupa penurunan kualitas udara akibat partikel abu vulkanik di atmosfer, gangguan kesehatan, khususnya iritasi mata, hidung dan tenggorokan, serta gangguan pernapasan pada masyarakat yang sensitif," kata Yoseph.
"Potensi gangguan terhadap aktivitas masyarakat dan transportasi apabila terjadi hujan abu dengan intensitas yang cukup signifikan. Namun demikian, potensi dampak tersebut sangat bergantung pada kondisi erupsi, arah dan kecepatan angin, serta konsentrasi abu yang mencapai wilayah Kota Sukabumi," sambungnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat tidak perlu panik dan tetap menunggu informasi resmi mengenai perkembangan kondisi di lapangan. Langkah kesiapsiagaan pun disosialisasikan kepada masyarakat, mulai dari menggunakan masker, melindungi mata saat beraktivitas di luar ruangan, hingga melindungi sumber air.