"Pas disapu beneran debu dan tebal. Jok motor pas dicolek juga berdebu," ujarnya.
Belum diketahui secara pasti apakah debu yang ditemukan di Karadenan merupakan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau. Hingga Minggu pagi, belum ada keterangan resmi dari otoritas terkait mengenai sebaran abu vulkanik yang mencapai wilayah Kabupaten Bogor.
Namun, temuan warga itu terjadi bersamaan dengan peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Badan Geologi Kementerian ESDM melaporkan Anak Krakatau mengalami erupsi menerus sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB. Aktivitas tersebut disertai suara gemuruh dan fenomena yang menyerupai lava fountain atau air mancur lava. Status gunung masih berada pada Level III atau Siaga.