NADIKABAR.COM β Amman/Istanbul (NadiKabar) - Serangan teror terjadi saat acara pemakaman di Gereja Hamoud, kegubernuran Karak, Yordania selatan, mengakibatkan tujuh orang tewas dan 27 lainnya terluka, kata Direktur Keamanan Publik Yordania Obaidallah Maaytah, Jumat (23/10).
Angka terbaru korban serangan tersebut diumumkan dalam konferensi pers yang digelar para pejabat Yordania di Karak.
Sebelumnya, Direktorat Keamanan Publik Yordania melaporkan enam orang tewas dan 28 orang terluka.
Menteri Dalam Negeri Yordania Mazin Al Farrayeh mengatakan negaranya menjadi sasaran aksi terorisme oleh sekelompok ekstremis. Farrayeh menggambarkan serangan tersebut sebagai aksi mengerikan yang harus dikecam habis-habisan.
Berbagai lembaga keamanan Yordania terus bekerja tanpa henti untuk mengejar para pelaku, tambahnya.
"Masih terlalu dini untuk menyebut siapa pelakunya dan afiliasi mereka," kata Al Farrayeh soal penyelidikan yang masih berlangsung.
Dia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, warga Desa Hamoud dan kegubernuran Karak, serta seluruh masyarakat Yordania. Dia juga mendoakan agar para korban luka segera sembuh.
Al Farrayeh menggambarkan para penyerang sebagai kelompok yang tindakannya sama sekali tidak sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Sebelumnya, stasiun televisi publik Al-Mamlaka TV, dengan mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, melaporkan ada dua orang bersenjata keluar dari sebuah kendaraan dan melepaskan tembakan membabi buta ke arah Gereja Hampud, di mana sedang berlangsung upacara pemakaman.
Seorang saksi mata mengatakan kepada stasiun televisi tersebut bahwa para penyerang menembak tanpa henti selama sekitar lima menit sebelum melarikan diri. Menurut saksi tersebut, ada sekitar 150 hingga 200 orang berada di dalam dan di luar gereja.
Jaksa Agung Amman, Hassan Abdallat, mengumumkan larangan publikasi terkait kasus itu, kecuali bagi media resmi milik negara.
Perintah tersebut melarang lembaga penyiaran, media cetak, dan media sosial untuk mempublikasikan atau menyebarkan berita atau informasi mengenai kasus atau penyelidikan tersebut, termasuk foto dan video, dengan ancaman pidana.
Sementara itu, Raja Yordania Abdullah II bin Al-Husseinβββββββ menyebut peristiwa tersebut sebagai serangan teroris yang akan dibalas sekeras-kerasnya.
"Siapa pun yang menipu dirinya dengan berpikir bahwa mereka bisa memecah Yordania dengan peluru, maka mereka tidak akan bertahan menghadapi persatuan kami. Semua orang Yordania, di utara hingga selatan, adalah saudara setanah air dan setakdir, dan tidak akan ada yang dapat memisahkan mereka," kata Raja Abdullah di platfrom X.
Raja Abdullah menyampaikan ungkapan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia serta mendoakan korban cedera untuk segera pulih.
"Setiap nyawa orang Yordania berharga dan kami akan menghajar dengan tangan besi siapa pun yang berani mengancam negara kami," ujar Raja Abdullah.
Penerjemah: Nabil Ihsan