Selain itu, Dinas Pertanian Aceh Jaya juga melaksanakan program Cetak Sawah Rakyat (CSR) dengan luas mencapai 1.000 hektare. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas areal persawahan untuk mendukung peningkatan produksi pangan.

Ia menuturkan, ketersediaan air menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha tani, meningkatkan intensitas tanam, serta mengurangi risiko gangguan produksi akibat keterbatasan air.

Maka, dalam rangka mendukung ketersediaan air untuk lahan pertanian, Dinas Pertanian Aceh Jaya ikut mengembangkan sejumlah infrastruktur pengairan dan konservasi air.

"Tahun ini kita juga membangun 36 unit irigasi perpompaan (Irpom), 22 unit irigasi perpipaan (Irpip), 20 unit bangunan konservasi air (Bangkor) dan tahun ini juga ada pembangunan saluran irigasi tersier untuk 20 kelompok tani," katanya.

Dailami berharap, keberadaan infrastruktur tersebut dapat membantu petani memenuhi kebutuhan air untuk kegiatan pertanian, terutama pada lahan yang membutuhkan dukungan pengairan tambahan.