NADIKABAR.COM — Keberhasilan transformasi Polri tidak boleh berhenti pada berapa banyak operasi yang dilakukan, perkara yang ditangani, atau aplikasi yang diluncurkan.
Ukuran yang lebih mendasar adalah apakah masyarakat benar-benar menjadi lebih aman, memperoleh keadilan, dan merasakan kehadiran negara ketika membutuhkan perlindungan dan pengayoman.
Inilah tantangan penting yang diletakkan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melalui visi "Polisi Bersama Masyarakat".
Dalam paparannya di hadapan Komisi III DPR RI pada 1 Oktober, Kapolri menegaskan keberhasilan Polri tidak selalu diukur dari banyaknya kegiatan ataupun publikasi, melainkan dari keamanan masyarakat, kemudahan pelaporan, kecepatan pertolongan, kepastian perkara, perlindungan korban, serta keadilan hukum.