Lalu, PT Banda Sentra Nasional (BSNS) untuk pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Aceh. Serta, penandatanganan MoU sekaligus soft launching pabrik baja ringan, tenant hebel dan bata precast dengan PT Indo Surya Galvalume (ISG).
Estimasi komitmen investasi dari perjanjian kerja sama dan nota kesepahaman tersebut sekitar Rp300 miliar lebih.
Rangkaian kerja sama ini menjadi bagian dari upaya mendorong Aceh memasuki era industrialisasi baru dengan mengoptimalkan sumber daya daerah, dan menarik investasi yang menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.
Taufik menyampaikan, Pemerintah Aceh terus mendorong perubahan arah pembangunan ekonomi yang tidak hanya sekedar mengandalkan penjualan komoditas mentah, melainkan menuju hilirisasi dan industrialisasi.
Langkah tersebut dinilai penting agar kekayaan sumber daya Aceh mampu menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, dan kesejahteraan bagi masyarakat Aceh.
"Jangan sampai sumber daya Aceh keluar dalam bentuk bahan mentah, sementara nilai tambah dan lapangan kerja tercipta di daerah lain,” ujar Taufik.