Kegiatan tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala BPSITROA Dr. Ir. Evi Savitri Iriani, M.Si., Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh Firdaus, SP, M.Si., petani sekaligus eksportir kopi Gayo Armiyadi, serta ahli pertanian Sukamto, SP, MP.

Menurut dia, pelatihan selama tiga hari tersebut mengusung penguatan kolaborasi penyuluh dan petani melalui kebun model sistem tanam pagar yang ramah lingkungan, berbasis kearifan lokal, serta memberikan nilai tambah produksi kopi.

β€œKami menyampaikan apresiasi atas respons pemerintah pusat yang telah menindaklanjuti kebutuhan Aceh Tengah melalui penguatan kapasitas penyuluh dan petani,” katanya.

Menurut dia, dukungan tersebut harus diterjemahkan menjadi kegiatan nyata di lapangan. Penyuluh pertanian diminta tidak hanya berperan sebagai pemberi informasi, tetapi hadir langsung mendampingi petani dan ikut memastikan penerapan ilmu pengetahuan di kebun.

β€œPenyuluh harus menjadi pelaku dan contoh, harus memberikan edukasi di lokasi", ujar Haili Yoga.