Ia juga menegaskan, peningkatan produksi kopi harus dilakukan berdasarkan pengetahuan dan pendampingan yang terukur. Karena setiap penyuluh diharapkan memiliki kebun binaan yang dapat menjadi lokasi praktik sekaligus sumber pembelajaran bagi petani.
Bupati juga meminta setiap kegiatan penyuluhan memiliki indikator yang jelas, mulai dari lokasi kebun, luas lahan, ketinggian
Haili Yoga mengatakan peningkatan produktivitas kopi tidak cukup hanya dengan menyediakan bibit karena petani membutuhkan pengetahuan teknik budidaya, pemeliharaan, pengelolaan tanah, pemilihan tanaman yang sesuai, serta pemanfaatan ruang kebun secara optimal.
Ia meminta penyuluh menjadi penghubung utama antara ilmu pengetahuan yang dimiliki lembaga teknis dengan kebutuhan petani di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berharap dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dan lembaga teknis terkait dapat terus berlanjut, terutama dalam pengembangan kapasitas penyuluh, penerapan teknologi budidaya, penguatan kebun model, serta peningkatan produktivitas kopi.