Hakimi didakwa melakukan pemerkosaan pada 2 Maret 2023, lima hari setelah dugaan insiden tersebut.

Hakimi terakhir kali memberikan pernyataan terbuka mengenai kasus itu pada 19 Juni, setelah Pengadilan Banding Versailles menolak permohonannya untuk membatalkan dakwaan.

“Saya memilih untuk diam selama bertahun-tahun. Saya berpikir bahwa tetap menjaga martabat, bersabar, dan mempercayai sistem peradilan akan memungkinkan keputusan yang tepat dibuat. Hari ini, sebuah cerita yang bukan milik saya diceritakan dengan mengorbankan keluarga, kehidupan, dan yang terpenting, kebenaran,” tulis Hakimi di X.

“Saya telah menunggu persidangan ini sejak hari pertama. Dan sekarang saya menantikannya. Akhirnya, saya akan bisa berbicara,” tambahnya.

Di luar kasus hukum tersebut, Hakimi tetap menjadi pemain penting PSG. Ia merupakan bagian dari skuad yang menjuarai Liga Champions dua musim beruntun dan masuk dalam daftar 30 nominasi Ballon d'Or 2026 yang akan digelar di London bulan depan.