NADIKABAR.COM — Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mencatat ada sekitar 291 ribu peluang kerja di luar negeri sepanjang 2026. Namun, baru 25% lowongan yang berhasil diisi pekerja migran Indonesia.
Menteri P2MI Mukhtarudin mengatakan, angka tersebut berasal dari permintaan tenaga kerja yang telah diverifikasi oleh perwakilan Indonesia di luar negeri, termasuk kantor kedutaan besar.
"Tahun 2026 potensi kita 291.000 potensi penempatan 2026 itu berdasarkan job order. Artinya, job order itu adalah peluang pekerjaan yang sudah diverifikasi oleh perwakilan kita, khususnya KBRI, atase kita yang di luar negeri. Nah, dari 291.000 sekian itu, kita baru mengisi kurang lebih 25%," kata Mukhtarudin di kawasan Jakarta Timur, Kamis (15/10/2026).
Menurutnya, banyaknya lowongan yang belum terisi disebabkan ketidaksesuaian keterampilan tenaga kerja Indonesia dengan kebutuhan perusahaan di luar negeri. Persoalan ini terjadi pada lulusan SMK hingga perguruan tinggi.
Sektor yang membutuhkan banyak tenaga kerja meliputi perhotelan, kesehatan, manufaktur, konstruksi, hingga transportasi. Peluang kerja tersebut tersebar di sejumlah negara, seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, Turki, kawasan Eropa Timur, dan Timur Tengah.