Kemudian, sesar yang melewati wilayah Pasuruan dengan nama sesar Pasuruan, potensi magnitudo maksimumnya M 6.4. Dan sesar yang melewati wilayah Bangkalan yaitu sesar RMKS-Baliga danRMKS-Somorkoneng dengan potensi magnitudo maksimumnya M 6.7 dan M 6.5.

Suwarto tidak menampik bahwa keberadaan sesar aktif tersebut membawa potensi kegempaan bagi wilayah Surabaya dan sekitarnya. Berdasarkan data pemetaan, Sesar Waru memiliki potensi gempa maksimum hingga M 6,7, sementara Sesar Surabaya berpotensi hingga M 6,8.

"Ada, justru dengan adanya sesar itu, itu ada potensi kegempaannya. Maksimum kalau yang di Sesar Waru itu kan 6,7, dan di Surabaya itu potensi maksimumnya magnitudo 6,8. Jadi itu potensi yang tersimpan di dalam sesar itu ketika pada suatu saat gempa bisa maksimum seputar itu," urainya.

Meski begitu, Suwarto mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Ia menegaskan angka magnitudo tersebut adalah batasan potensi energi terburuk yang tersimpan secara ilmiah, bukan ramalan gempa yang pasti terjadi dalam waktu dekat.

"Tapi kan kita enggak tahu ya, wallahu a'lam apakah akan terjadi. Kapan-kapannya kita enggak tahu, kemudian apakah besar magnitudonya itu sampai maksimum atau hanya kecil. Patahnya juga tidak patah semua bisa jadi, mungkin hanya sebagian. Potensi-potensi itu kita hanya bisa memperkirakan," pungkasnya.