NADIKABAR.COM — Pengerjaan proyek MRT Jakarta Fase 2 di kawasan Jakarta Kota mengungkap harta karun berupa ribuan artefak sejarah yang selama ini terkubur di bawah tanah. Mulai dari pecahan keramik kuno hingga struktur benteng Batavia kuno.
Tim Ahli Arkologi Proyek MRT Jakarta Fase 2A dan Anggota Tenaga Ahli Cagar Budaya Nasional, Junus Satria Atmodjo, menyebut penemuan berbagai peninggalan sejarah ini menjadi tantangan tersendiri bagi pihak MRT Jakarta baik dalam proses pengerjaan proyek maupun penyelamatan artefak.
Sebab menurutnya cagar budaya seperti artefak maupun peninggalan kuno lainnya merupakan sumber daya sejarah yang tak dapat diperbarui jika sudah rusak. Sehingga proses penyelamatannya membutuhkan ketelitian ekstra.
"Cultural resources ini kan tidak bisa diperbaharui. Sekali rusak, ya rusak, dan datanya hilang. Dengan proyek yang sangat besar, yang tentunya orang selalu mengatakan bahwa MRT itu merusak, kita kasih tunjuk sebenarnya tidak," kata Yunus di acara serah terima artefak kepada Dinas Kebudayaan Pemprov Jakarta di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta Barat, Kamis (15/10/2026).
Yunus mengatakan sampai saat ini MRT Jakarta setidaknya telah menemukan 4.000 artefak kuno yang terkubur di sepanjang rute proyek. Namun jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan proses pembangunan proyek MRT sampai Stasiun Kota Tua.