Puarman menduga keberadaan pipa 'siluman' itu adalah untuk membuang limbah.

"Ya, patut diduga seperti itu," imbuhnya.

Kegiatan pengecekan tersebut dilakukan sejak 26 Agustus hingga 2 September 2026 lalu. Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk pengendalian pencemaran di sungai tersebut.

"Kegiatan ini berlanjut hingga tahap penindakan," jelasnya.