"Jadi berdasarkan dari temuan serta fakta-fakta dalam proses pemeriksaan ekshumasi dan autopsi, jadi seperti saya kami simpulkan tadi bahwasanya meninggalnya Tuan Sutrimo ini karena penyakit jantung iskemik," kata dia.
Ketika ditemukan tak bernyawa, jenazah Sutrimo dalam keadaan mulut berbusa. dr Ahmad Yudianto menjelaskan penyebab munculnya bisa dari mulut Sutrimo itu.
"Sedangkan busa yang keluar dari korban Almarhum Sutrimo ini diakibatkan oleh karena menyebutnya adalah edema paru akut. Itu bisa disebabkan karena adanya cairan pada paru-paru serta lendir dan mengakibatkan karena sulit untuk apa saluran napas itu apa tidak lancar sehingga seperti dikocok. Sehingga keluar busa warna putih," jelasnya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkapkan kronologi kematian Sutrimo berdasarkan hasil penyelidikan dan penelusuran CCTV. Penelusuran dilakukan mulai tanggal 22 Juli 2026 lalu.
"Jadi dari tanggal 22 (Juli 2026), pukul 21.20 WIB, kemudian 21.29 WIB, 21.33 WIB, korban melintas tepat di Klinik SAS. Korban menggunakan motor Mio dengan nopol sekian, motor didorong," kata AKBP Dewa Anom Danunjaya.
Kemudian pada pukul 21.40 WIB, Sutrimo terlihat keluar dari lokasi menggunakan sepeda motor bersama satu orang dengan mendorongnya melewati Jalan Radio 3, Jakarta Selatan (Jaksel).