NADIKABAR.COM β€” Makassar, Sulawesi Selatan (NadiKabar) - Asian Development Bank (ADB) optimistis Indonesia memiliki kapasitas untuk mempertahankan tren membayar utang tepat waktu.

Direktur ADB untuk Indonesia Bobur Alimov menuturkan dalam periode 60 tahun kemitraan pendanaan antara Indonesia dengan ADB, belum ada rekam jejak Indonesia gagal membayar utang ketika jatuh tempo.

β€œKondisi Indonesia sangat baik. Fundamental makroekonominya sangat kuat. Utang pemerintah juga relatif stabil dan berada pada tingkat yang cukup rendah," kata Bobur kepada wartawan dalam kunjungan ke Balai Besar BPOM Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.

Sebagai catatan, posisi utang pemerintah per 30 Juni 2026 adalah sebesar Rp10.293,69 triliun atau setara 41,26 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sebagaimana dilansir dari laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan.

Dari jumlah itu, sebanyak Rp1.326,90 triliun utang berupa pinjaman dan Rp8.966,79 triliun dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN).

Bobur menambahkan mekanisme pinjaman oleh ADB menawarkan persyaratan yang lebih lunak (concessional lending) dan suku bunga yang kompetitif.

β€œKarena itu, tidak ada keraguan mengenai kemampuan Indonesia untuk membayar kembali pinjaman tersebut,” ujar Bobur.

β€œPerlu ditekankan bahwa pembiayaan ini ditujukan untuk mendukung pembangunan jangka panjang, bukan pembiayaan jangka pendek,” tambahnya.

Dukungan pembiayaan ADB terhadap pembangunan Indonesia juga termasuk untuk pengembangan kondisi lingkungan dan kesehatan.

Contoh proyek yang didanai oleh pinjaman ADB yaitu Metropolitan Sanitation Management Investment (MSMIP) di Jambi, Makassar, dan Pekanbaru. Nilai pembiayaan ADB untuk proyek ini sebesar 79,36 juta dolar AS.

Selanjutnya, ADB juga memberikan dukungan pembiayaan untuk agenda transformasi kesehatan nasional melalui proyek Supporting Essential Health Actions and Transformation (SEHAT) serta Primary Healthcare and Public Health Laboratories Upgrading and Strengthening (PLUS).

Pembiayaan bagi proyek SEHAT mencapai 350 juta untuk penguatan sistem kesehatan yang diharapkan memastikan fasilitas dan tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan secara optimal.

Sedangkan pendanaan ADB untuk proyek PLUS sebesar 650,29 juta dolar AS untuk mendukung pengadaan peralatan sehingga membantu puskesmas menyediakan lebih banyak jenis layanan.