Sejumlah perusahaan besar Korea Selatan juga mengalami transformasi bisnis, seperti Samsung yang awalnya bergerak di bidang perdagangan, LG di produk kosmetik, Hyundai di konstruksi sipil, serta SK di industri tekstil, sebelum berkembang ke berbagai sektor industri, termasuk elektronik, otomotif, dan telekomunikasi.

β€œPesan inilah yang ingin saya tekankan untuk Indonesia. Sektor swasta itu sangat penting, tetapi Anda tidak bisa berpuas diri atau hanya menikmati apa yang sudah diraih hari ini. Pemerintah harus terus mendorong sektor swasta agar bersama-sama membawa bangsa ini lolos dari jebakan pendapatan menengah,” kata Bambang.

Ia menambahkan, dukungan pemerintah terhadap sektor swasta tidak cukup hanya melalui perumusan kebijakan industri, tetapi juga perlu disertai pembiayaan.

Jepang, misalnya, menyediakan skema pembiayaan khusus untuk modernisasi industri, sedangkan Korea Selatan memberikan fasilitas kredit ekspor guna mendorong perusahaan memperluas pasar ke luar negeri.

Selain pengembangan industri, Bambang juga menekankan pentingnya integrasi ekonomi global, belajar dari pengalaman Tiongkok dan negara-negara yang baru bergabung dengan Uni Eropa (EU) pada 2004.

Tiongkok, yang bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada 11 Desember 2001, berhasil meningkatkan pendapatan per kapitanya secara signifikan.

Sementara itu, negara-negara seperti Ceko, Estonia, Hungaria, Latvia, Lithuania, Polandia, Slowakia, hingga Slovenia yang bergabung dengan Uni Eropa pada Mei 2004 juga mengalami peningkatan pendapatan hingga masuk kelompok negara berpendapatan tinggi.