NADIKABAR.COM — Animal Friends Jogja (AFJ) menilai bahwa penguatan komunikasi dan kolaborasi antara perusahaan, pemasok, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk menerjemahkan komitmen penggunaan telur unggas bebas sangkar menjadi implementasi yang konkret, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Komitmen terhadap telur bebas sangkar merupakan langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan komitmen tersebut benar-benar diterapkan dalam praktik," kata Direktur Program Advokasi Kesejahteraan Hewan yang Diternakkan, AFJ Elly Mangunsong dalam keterangannya di Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu.
Menurut dia, transisi ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan ayam petelur, karena sistem bebas sangkar memungkinkan ayam bergerak lebih leluasa dan mengekspresikan perilaku alaminya dibandingkan sistem kandang baterai.
"Karena itu, diperlukan keterbukaan, kolaborasi dan langkah yang konkret dari berbagai pihak agar perubahan dalam rantai pasok juga membawa dampak nyata bagi kesejahteraan ayam petelur," ujarnya.Ia mengatakan bahwa komitmen perusahaan untuk beralih ke penggunaan telur bebas sangkar (cage-free) perlu diimbangi dengan kesiapan rantai pasok yang mampu memenuhi kebutuhan industri secara konsisten.
Ketersediaan pasokan, biaya, standar kualitas, distribusi, hingga ketertelusuran, dan verifikasi produk menjadi sejumlah aspek penting agar komitmen tersebut dapat diterapkan dalam operasional bisnis.