NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat menargetkan seluruh proses rehabilitasi sekolah yang rusak dampak bencana hidrometeorologi selesai akhir 2026, sehingga peserta didik dan jajaran sekolah nyaman melaksanakan kegiatan pembelajaran.
"Kita menargetkan seluruh sekolah yang direhabilitasi selesai menjelang akhir tahun dan kita terus melakukan pengawasan agar target tercapai nantinya," kata Bupati Agam Benni Warlis di Lubuk Basung, Minggu.
Ia mengatakan 37 sekolah diperbaiki melalui program revitalisasi pasca-bencana satuan pendidikan yang dialokasikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Sebanyak 37 sekolah tersebut terdiri atas 15 TK/PAUD, 16 SD, dan enam SMP.
Selain itu, melalui alokasi Tambahan Keuangan Daerah (TKD) 2026 yang dikhususkan untuk penanganan bencana, sembilan sekolah mendapatkan penanganan melalui kegiatan rekonstruksi dan rehabilitasi dengan rincian tiga TK/PAUD, tiga SD, dan tiga SMP.
"Kedua program tersebut sedang berjalan dan menjadi langkah strategis dalam mempercepat pemulihan sarana dan prasarana pendidikan, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung di lingkungan yang lebih layak, aman dan nyaman," kata dia.