NADIKABAR.COM — Pemanfaatan teknologi akal imitasi (Artificial Intelligence/AI) di sektor industri nasional mulai bertransformasi dari sekadar alat bantu administratif (generative AI) menuju Agentic AI, yakni sistem otonom berbasis tujuan yang mampu mengoordinasikan tugas operasional secara mandiri.
Pengembangan itu sejalan dengan dorongan pemerintah dalam memperluas penciptaan nilai tambah ekonomi berbasis AI, di tengah tingkat adopsi Teknologi akal imitasi di Indonesia yang telah mencapai 92 persen per awal 2026.
Head of ICT Kalla Group Razmal Djamal dalam keterangannya dikutip di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa tuntutan integrasi AI di sektor industri saat ini tidak lagi sebatas uji coba teknologi, melainkan bagaimana mentransformasi organisasi agar data dapat menghasilkan nilai bisnis yang terukur.
"Fokus kami melampaui sekadar penerapan teknologi AI. Kami mentransformasi organisasi untuk secara konsisten mengubah data dan AI menjadi nilai bisnis yang terukur yang dibangun di atas fondasi keamanan, privasi, dan tata kelola yang kuat," ujar Razmal.