β€œMengedukasi bahwa sawit itu berdampak dan berkelanjutan,” ujarnya.

Gatut mengatakan pihaknya juga berencana mengembangkan pemanfaatan cangkang sawit sebagai bahan pewarna organik untuk batik, serta bagian tanaman sawit lainnya sebagai unsur inovasi motif.

β€œKe depannya juga akan melakukan inovasi terkait dengan elemen pohon sawit, baik daun, lidinya. Makin banyak yang inovasi kan menambah nilai ekonomi,” katanya.

Selain pengembangan produk, Agrinas Palma Nusantara akan bekerja sama dengan Smart Batik Indonesia untuk mengedukasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar perkebunan sawit di berbagai wilayah Indonesia.

β€œJadi nanti akan keliling ke sekolah-sekolah, mengedukasi, mengajarkan bagaimana batik dari sawit itu sangat ramah lingkungan,” ujarnya.