Menurut dia, persoalan perkebunan, termasuk dinamika penguasaan lahan, tidak dapat dilihat hanya dari aspek administratif, tetapi juga perlu mempertimbangkan sejarah pemanfaatan lahan, kondisi sosial, serta kepentingan berbagai pihak.

Dalam kerja sama tersebut, Universitas Riau akan mengembangkan kajian multidisiplin melalui pemetaan partisipatif, penelusuran sejarah penguasaan dan pemanfaatan lahan, pemetaan para pihak dan klaim, serta pendekatan sosiologi dan antropologi.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai persoalan di lapangan sekaligus membuka ruang dialog multipihak dan mendukung penyusunan alternatif penyelesaian konflik sesuai karakteristik masing-masing wilayah.

Rektor Universitas Riau Sri Indarti mengatakan persoalan lahan yang bersinggungan dengan masyarakat membutuhkan pendekatan lintas disiplin untuk memahami aspek sejarah dan sosial secara lebih menyeluruh.