Menurut Ardiansyah, perusahaan melakukan penjangkauan langsung selama tujuh hari ke berbagai distrik di Kabupaten Boven Digoel untuk mencari lulusan SMA atau sederajat yang belum berkesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
"Dari proses tersebut, sebanyak 25 kandidat terpilih untuk mengikuti program beasiswa yang dirancang menghubungkan pendidikan dengan pengalaman kerja di sektor perkebunan," ujarnya.
Dia menjelaskan pihaknya berharap program tersebut dapat membantu peserta meningkatkan kompetensi, memperoleh keterampilan yang relevan, serta berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah asal mereka.