Ghani menambahkan, keterbukaan terhadap masyarakat, termasuk kritik dan masukan, merupakan bagian penting dari tata kelola proyek. Pelibatan masyarakat dalam program tersebut diarahkan pada tiga aspek, yakni penguatan penghidupan berkelanjutan, dukungan terhadap kesehatan dan pendidikan, serta perlindungan lingkungan.

"Pengembangan KSPEAN di Papua Selatan perlu berjalan selaras dengan kepentingan masyarakat lokal, kelestarian lingkungan, dan tujuan strategis nasional," kata Ghani.

Menurut Ghani, bentuk pelibatan masyarakat, tim redaksi lain berupa pelestarian budaya dan ketahanan pangan lokal, pemberdayaan masyarakat, kemitraan Plasma Sawit Rakyat, dukungan fasilitas kesehatan dan pendidikan, serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan bersama masyarakat melalui program GARDA API APN.

Adapun KSPEAN merupakan Proyek Strategis Nasional yang mencakup Kabupaten Merauke, Mappi, Asmat, dan Boven Digoel. Program tersebut ditetapkan melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025.

Di Papua Selatan, Agrinas Palma menempatkan sosialisasi, dialog dengan masyarakat, serta kajian sosial dan lingkungan sebagai bagian penting sebelum pembangunan kebun dilakukan. Pengembangan juga diarahkan dengan memperhatikan tanah adat, hutan, sumber penghidupan, dan aspek sosial-budaya masyarakat setempat.