"Enam hari ke belakang kan viral, makanya kita penasaran pengen datang ke sini. Alhamdulillah bisa memilih buah melon dan cicipi langsung di kebun," ucapnya.

Ia mengatakan tidak menyesal menempuh perjalanan jauh ke sini untuk membeli melon karena ternyata sangat worth it.

"Gak penasaran, melonnya juga enak," katanya.

Sang pengelola kebun melon, Iwan juga bercerita bahwa di wilayahnya jaringan internet tidak sebagus di pusat kota Pangandaran. Masih ada wilayah blank spot yang mengharuskan penggunaan jaringan Wi-Fi.

"Alhamdulillah ternyata modal akses internet kebun melon saya yang baru ini jadi bisa terakses oleh semua orang, bahkan ada wisatawan juga yang ingin kesini sudah chat dari medsos, tapi mudah-mudahan buah melonnya masih ada," kata dia.

Iwan mengatakan tidak mempunyai akun media sosial, kebanyakan orang yang datang karena dari mulut ke mulut. "Tahunya dari mulut ke mulut, itu dari medsos. Ada orang sini yang posting di TikTok terus tersebar alhamdulillah kebantu," ucap Iwan.

Menurutnya, ia tak menyangka jika kehadiran kebunnya bisa memberikan efek yang luar biasa. Tadinya, ia pun mengaku hanya akan menjual hasil panennya ke pasar. "Tapi karena medsos semuanya bisa tersebar ke mana saja, tadi aja ada yang dari Cilacap, Jawa Tengah," katanya.

Ia mengatakan dengan tersebarnya kebun melon memberikan dampak yang signifikan pada aktivitas warga setempat. "Tetangga saya juga bantu petik dan urus kebun, karena saya tidak kepegang sendiri, berdayakan tetangga," ucapnya.

Selain itu, Iwan juga memberdayakan tetangga untuk menata parkir kala pengunjung ramai ke kebunnya. "Meskipun tempatnya tidak terlalu luas, saya minta tetangga juga menata parkir," katanya.

Ia mengatakan pengunjung saat ini bukan lagi dari wilayah Pangandaran, sudah ada dari Ciamis, Banjar, dan Cilacap. "Alhamdulillah ada aja dari kabupaten tetangga," katanya.

Namun, Iwan menyebutkan masa panen melonnya kini tersisa selama seminggu lagi. Sembari menanam yang baru, pihaknya menyiapkan untuk bulan selanjutnya.

"Karena masa panen melon itu sebulan sekali, jadi harus disiapkan bibitnya supaya bisa panen tiap bulan," katanya.