Agung mampu melewati tantangan tersebut dengan baik. Ia unggul lebih dari tiga detik atas Yosi Saputra dari YTI Racing Team yang finis di posisi kedua dengan waktu 2 menit 51,753 detik. Posisi ketiga ditempati Putra Ganda Arrozak dari Alaska Squad dengan catatan 2 menit 54,902 detik.

Kemenangan ini terasa istimewa bagi Agung. Atlet yang telah dua kali menjadi juara nasional tersebut akhirnya meraih gelar juara Men Elite di seri 76 Ultimate Downhill setelah berpartisipasi belasan kali.

"Saya senang bisa tampil konsisten tahun ini. Keberhasilan menjadi juara di kelas Men Elite adalah yang pertama buat saya. Tambahan poin yang signifikan di Arjuno Bike Park juga membuat saya naik ke posisi pertama klasemen sementara perebutan gelar juara," kata Agung.

Dengan kemenangan tersebut, Agung mengumpulkan 300 poin dari putaran kedua sehingga total raihannya menjadi 510 poin. Ia kini memimpin klasemen sementara Men Elite, menggeser Andi Prayoga yang gagal finis pada seri ini.

Agung pun semakin percaya diri menghadapi putaran final di Ternadi Bike Park, Kudus, Jawa Tengah.

Meski sudah cukup sering berlatih di Arjuno Bike Park, ia mengakui kondisi lintasan kali ini berbeda dari biasanya. Trek yang bergelombang dan berlubang menuntutnya untuk terus beradaptasi.

Bagi Agung, tantangan tersebut justru menjadi bekal penting untuk meningkatkan kemampuan dan bersaing di level internasional. Saat ini, ia menempati peringkat ke-65 dalam UCI World Ranking.