Ia mengamati dua hal menarik dari fenomena saat ini yakni perilaku tersebut kini banyak dilakukan kelompok kelas menengah yang selama ini dianggap relatif aman secara ekonomi, dan kedua, penyesuaian gaya hidup tersebut semakin terbuka dibicarakan di media sosial, bahkan menjadi konten.
"Dulu, mengganti kopi kafe dengan kopi saset mungkin cukup disimpan sendiri. Sekarang, justru diceritakan,” katanya.
Ia menilai, saat ini sebagian besar fenomena downgrade lifestyle di kalangan kelas menengah cenderung dipicu keterpaksaan. Penyebabnya, pendapatan tidak banyak bertambah, harga kebutuhan sehari-hari cenderung naik, dan kewajiban cicilan membuat ruang keuangan keluarga semakin terbatas.