NADIKABAR.COM — Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Iman Permana mengatakan pengawasan berlapis mulai dari audit, perbaikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga pengembangan sistem penilaian oleh sekolah, dinilai penting seiring perluasan Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Setelah ditutup, SPPG harus diaudit kembali dan diperbaiki sesuai dengan hasil audit," kata Iman dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Selanjutnya, kata dia, hasil audit perlu ditindaklanjuti dengan memastikan rekomendasi yang diberikan benar-benar diterapkan. Dengan demikian evaluasi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan dokumen administratif, tetapi juga menghasilkan perbaikan pada fasilitas dan prosedur kerja SPPG.

Sedangkan menurut Ketua Unit Kerja Koordinasi Emergensi dan Terapi Intensif Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Yogi Prawira, penguatan proses evaluasi juga mencakup investigasi terhadap setiap kejadian gangguan kesehatan.