Karena itu, perilaku membeli dan memperlakukan pakaian menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan green lifestyle dan green campus.
Isu lingkungan kini makin sering diperbincangkan, salah satunya soal limbah pakaian yang kian meresahkan.
Namun nyatanya, kebiasaan belanja seseorang tidak otomatis berubah hanya karena satu hal, kepedulian.
"Ada beberapa faktor, pertama, harga pakaian ramah lingkungan relatif lebih mahal dibandingkan dengan pakaian berbahan konvensional. Kedua, pilihan pakaian ramah lingkungan mungkin tidak sebanyak pakaian berbahan konvensional," jelasnya.
Dua hal itu, daya beli dan keragaman produk, kata Ujang, menjadi penghambat.