NADIKABAR.COM — Hal itu Luthfi sampaikan saat menghadiri Bursa Wirausaha Unggulan 2026 di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, hari ini. Menurutnya, pelaku UMKM harus mampu meningkatkan kapasitas usaha sehingga memberikan dampak lebih besar terhadap perekonomian.

"UMKM harus mempunyai dampak dan naik kelas. Mulai dari mikro menjadi kecil hingga menengah dan dapat ekspor produk. Di saat kondisi geopolitik kemudian keterbatasan fiskal, UMKM kita harus bisa naik kelas," kata Luthfi dalam keterangan tertulis, Rabu (7/10/2026).

Menurut Luthfi, bursa wirausaha serta pameran UMKM dan produk wirausaha menjadi ruang penting untuk pengembangan ekonomi dan peningkatan peluang usaha bagi anak muda. Langkah ini dinilai mampu membuka akses pasar dan kemitraan yang lebih luas.

Luthfi menyebut UMKM sebagai salah satu urat nadi perekonomian Jawa Tengah, mengingat 97,95 persen dari total 4,2 juta UMKM di wilayah tersebut merupakan usaha mikro.

Sejauh ini Pemprov Jateng terus melakukan pendampingan dan pembinaan UMKM yang ada di wilayahnya. Dinas Koperasi dan UKM Jateng hingga triwulan II tahun 2026 membina 201.035 unit usaha. UKM tersebut memiliki nilai aset sekitar Rp39,74 triliun dan omzet sekitar Rp70,74 triliun.