Penguatan UMKM tersebut juga didukung melalui program KUR dengan bunga 6% dari Bank Jateng. Akses permodalan ini juga sangat penting untuk mendukung berkembangnya pelaku usaha muda, sehingga tercipta lapangan pekerjaan baru. Kemudian pembinaan dan pendampingan pelaku usaha meliputi peningkatan kualitas produk, kemasan, dan pemasaran.

"Kita gandeng seluruh stakeholder yang ada kemudian memperbanyak kegiatan-kegiatan pameran sehingga bisa berkembang bersama. Termasuk juga soal digitalisasi," ujar Luthfi.

Sementara itu, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementarian UMKM M. Riza Damanik mengatakan bursa wirausaha unggulan tersebut diharapkan menjadi ruang yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa atau calon wirausaha muda untuk lebih produktif.

Sebagai informasi, acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding, sejumlah kepala daerah di Jawa Tengah, 27 lembaga inkubator Jateng-DIY, pelaku UMKM, serta kurang lebih 760 mahasiswa calon pengusaha dari 17 perguruan tinggi di Jateng-DIY. (akn/ega)