Selain itu juga disiagakan petugas kesehatan di sekitar lokasi TPA Putri Cempo selama 24 jam. Bantuan logistik berupa makanan dan masker juga sudah dikerahkan ke lokasi untuk membantu warga maupun petugas di lapangan.
"Kementerian Lingkungan Hidup juga sudah menurunkan mobil untuk memantau kualitas udara. Kami tidak ingin implikasi kebakaran ini berdampak kepada masyarakat di sekitarnya," kata Luthfi.
Untuk diketahui, kebakaran TPA Putri Cempo terjadi pada 2 September 2026. Kebakaran tersebut langsung melahap timbulan sampah di lokasi tersebut. Pemadaman dilakukan oleh dinas kebakaran dari kabupaten/kota di Soloraya, Kota Samarang, TNI, dan Polri.
Sementara itu, berdasarkan data, timbulan sampah di Kota Surakarta mencapai 421,48 ton/hari. Sampah terkelola sebanyak 49,73 ton/hari (11,80%) dan sampah tidak terkelola 371,75 ton/hari (88,20%). Pengelolaan sampah juga dilakukan dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dengan mengubah sampah menjadi energi listrik. (akd/ega)