Dia menambahkan, penentuan penerima beasiswa juga mempertimbangkan kondisi ekonomi dan capaian akademik. Dengan begitu, bantuan pendidikan dapat menjangkau mereka yang membutuhkan sekaligus mendukung keberlanjutan studi.

Manfaat beasiswa tersebut dirasakan langsung oleh Alaika Hilma, mahasantri semester enam Ma'had Aly Yanbu'ul Qur'an (MAYQ) Kudus, jurusan Ulumul Qur'an, Fakultas Ushuluddin. Sebelum menerima bantuan, ia harus menjalani pekerjaan lepas atau freelance untuk membantu memenuhi kebutuhan biaya kuliahnya.

Bagi Alaika, beasiswa dari Pemprov Jateng bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga mengurangi beban yang selama ini harus ia pikirkan di tengah kewajiban menyelesaikan pendidikan.

"Dengan adanya program ini saya sangat-sangat terbantu dari permasalahan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). Belajar juga makin fokus dan perkuliahan lebih maksimal lagi," ujarnya.

Dia mengatakan proses pengajuan beasiswa di Ma'had Aly Yanbu'ul Qur'an berjalan lancar karena pihak lembaga turut membantu proses pemberkasan. Dari ma'had tersebut, sebanyak 13 mahasantri dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa.

Pengalaman berbeda disampaikan Silvi Dyah Oktaviani, mahasiswa semester lima UIN Sunan Kudus asal Demak. Selain menjalani perkuliahan, ia tinggal di Pondok Pesantren Bustanul Furqon Asy-Syafi'iyyah, sebuah pesantren mahasiswa di Kudus.