"Intinya adalah bagaimana kawan-kawan akan menyampaikan apa yang disampaikan oleh MPR kepada rakyat. Karena itu, kerja wartawan adalah sebuah kerja yang sangat mulia," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Muzani juga menekankan pentingnya sikap netral dalam pemberitaan. Menurutnya, wartawan memiliki posisi strategis sebagai penyambung informasi antara lembaga negara dan masyarakat sehingga pemberitaan harus disampaikan secara berimbang.
"Memberitakan dari sisi mana pun sebagai penyambung lidah ke masyarakat kemudian tetap harus dalam kondisi yang netral dalam cara memberitakannya," katanya.
Muzani juga mengingatkan bahwa profesi jurnalistik memiliki risiko berat, terutama ketika wartawan menjalankan tugas untuk mendapatkan informasi maupun gambar secara langsung di lapangan.
Muzani mencontohkan keberanian wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik pada masa perjuangan hingga awal kemerdekaan Indonesia. Ia juga menyinggung dokumentasi Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang menjadi salah satu bukti penting peran wartawan dalam merekam perjalanan sejarah bangsa.
Menurut Muzani, perjuangan wartawan dalam mendapatkan dan menjaga dokumentasi sebuah peristiwa penting menunjukkan bahwa profesi jurnalistik tidak hanya berkaitan dengan penyampaian informasi, tetapi juga berkontribusi terhadap perjalanan sejarah bangsa.