"Mudah-mudahan tidak berlebihan karena ini bukan sesuatu yang dibuat-buat, tetapi sebuah observasi atau testimoni yang genuine, yang orisinal, dan mudah-mudahan ada manfaat yang baik untuk siapa pun yang membacanya," ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Herzaky mengharapkan buku yang disuntingnya tersebut dapat membuat pembaca mendiskusikan topik kepemimpinan secara terbuka.
"Kami ingin agar kepemimpinan di Indonesia didiskusikan secara terbuka, termasuk jejak rekamnya. Bukan karena sering menang, sering kalah, bukan, tetapi jejak rekamnya, keputusannya, dan hasil dari keputusannya yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.