NADIKABAR.COM β Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan kebutuhan pasokan energi di era Artificial Intelligence (AI) harus benar-benar diperhitungkan.
βKetika kita sudah masuk era AI, maka konsekuensi terhadap infrastruktur ini juga tidak sederhana. Kebutuhan pasokan listrik atau energi ini harus benar-benar diperhitungkan. Air bersih juga demikian,β ucapnya dalam acara Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) di Jakarta, Kamis.
Sebagai perbandingan, lanjutnya, satu prompt AS saja itu membutuhkan daya yang setara dengan sepuluh kali pencarian di Google. Kebutuhan energi ini melonjak drastis ketika meminta AI membuat satu gambar yang setara dengan 100 kali daya pencarian Google, sementara satu video buatan AI membutuhkan hingga 10 ribu kali lipat daya pencarian google.
Selain lonjakan konsumsi listrik, penggunaan sumber daya alam lainnya disebut sangat besar. Misalnya, satu video AI berdurasi lima detik saja mengonsumsi hampir tiga botol air bersih berukuran 1,5 liter. Peningkatan kebutuhan energi dan air yang masif inilah yang memicu penolakan terhadap pembangunan pusat data (data center) skala besar di berbagai daerah.
βAda yang mengatakan mengganggu kehidupan sehari-hari, kenyamanannya di sebuah lingkungan. Ada juga yang mengatakan kita justru sekarang harus berebut air bersih, berebut pasokan listrik dengan AI. Jadi, ini sesuatu yang perlu kita siapkan bersama, ungkap AHY.