"Itu menarik pelajar muda untuk belajar pertanian," ujarnya.

Di samping menarik, Director of Graduate Research, School of Food and Ecosystem Sciences (SAFES), Associate Professor Dorin Gupta mengatakan, tahu tentang ilmu pertanian ini juga memungkinkan anak muda untuk membantu petani yang lahannya makin sempit lantaran tekanan perubahan iklim, kekurangan modal, dan kekurangan pengetahuan.

"Dengan pengetahuan yang tepat atas masalah tersebut, para mahasiswa itu nantinya bantu petani kecil tentang pupuk maupun hal-hal lainnya yang butuh solusi," jelasnya.

Jika ingin kuliah pertanian, O'Bryan berpendapat, penting bagi anak muda untuk mengembangkan kemampuan analitis, serta memiliki kemampuan matematika yang cukup, misalnya untuk melihat data dan membedakan tim redaksi data yang benar dan tidak.

Untuk itu, menurutnya punya rasa ingin tahu tinggi juga penting, terutama baik dalam hal ingin tahu di mana letak inti suatu masalah. Kemudian, asah juga skill kerja sama untuk menghasilkan solusi bersama.

"Jadi kuncinya menurut saya rasa ingin tahu, terbiasa untuk merasa sedikit tidak nyaman, serta kemampuan analitis, dan kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang sudah kamu pelajari pada orang lain, sehingga bisa diolah menjadi langkah solusi selanjutnya. Sisanya, kamu bisa sambil pelajari," ucapnya.