NADIKABAR.COM — Novo Nordisk dan perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic bekerja sama memanfaatkan AI untuk mempercepat penelitian dan pengembangan obat-obatan baru.
"Kolaborasi ini semakin menegaskan ambisi kami untuk menjadi perusahaan kesehatan yang paling berbasis AI di dunia, sekaligus memperkuat berbagai inisiatif AI yang telah dijalankan Novo bersama mitra teknologi lainnya," kata Presiden dan CEO Novo Nordisk Mike Doustdar dalam keterangannya, Rabu.
Kerja sama yang diumumkan pada 7 Oktober 2026 itu mencakup pemanfaatan model AI Anthropic dan Claude Science untuk membantu peneliti Novo Nordisk menyelesaikan sejumlah persoalan dalam proses penemuan obat.
Kedua perusahaan akan mengembangkan solusi untuk mendukung penalaran biologis serta alur kerja penelitian yang dinilai dapat dibantu dengan teknologi AI.
Doustdar mengatakan penggunaan AI diharapkan dapat meningkatkan produktivitas penelitian dan memperpendek proses dari penelitian hingga pengembangan produk.
"Lebih dari itu, teknologi AI juga dapat membuka peluang ilmiah yang benar-benar baru serta membantu kami memahami biologi manusia dan mekanisme kerja obat dengan lebih baik," ujarnya.
Sebagai tahap awal, Novo Nordisk akan menguji Claude Science dalam sejumlah alur kerja penelitian dan pengembangan serta menggunakannya untuk menangani persoalan ilmiah tertentu.
Co-Founder dan CEO Anthropic Dario Amodei mengatakan perkembangan AI dapat membantu mempercepat penelitian di bidang biologi dan medis.
Menurut dia, pemanfaatan model AI dalam penelitian dapat membantu mempersingkat waktu penelitian dan meningkatkan hasil penelitian, termasuk dalam pencarian obat dan terapi baru.
Selain untuk penelitian, Novo Nordisk akan menggunakan model AI Anthropic dalam pengembangan perangkat lunak untuk memperluas penggunaan AI di berbagai bagian perusahaan.
Kedua perusahaan menyatakan penerapan AI dalam kerja sama tersebut akan disertai tata kelola data dan pengawasan manusia untuk memastikan penggunaannya sesuai dengan standar etika dan kepatuhan Novo Nordisk.