"AI sangat pintar dalam berpikir berdasarkan pengetahuan. Bahkan AI sangat pintar dalam meniru kesadaran. Tetapi itu bukan kesadaran yang sebenarnya," ujarnya.Karena itu, Carlos menilai kualitas seperti empati, interaksi antarmanusia, penilaian, pengalaman, dan kebijaksanaan akan semakin penting.

"Jadi kualitas manusia seperti empati, interaksi manusia yang sebenarnya, penilaian yang berasal dari pengalaman, seperti kebijaksanaan, semua hal ini akan menjadi sangat penting, serta menjadi semakin penting," kata Carlos.

Menurutnya, peran manusia juga akan berubah seiring AI mulai menghasilkan lebih dari sekadar output. Manusia tidak cukup hanya memeriksa hasil yang diberikan AI, tetapi perlu tetap terlibat ketika teknologi mulai membantu menghasilkan keputusan atau outcome yang lebih penting.

Ia menggambarkannya melalui konsep human in the loop atau manusia di dalam putaran. Saat ini, manusia sering kali berada dalam posisi mengecek ulang hasil AI setelah pekerjaan dilakukan. Ke depan, manusia perlu tetap terlibat dalam proses pengambilan keputusan. "Manusia akan membutuhkan pengawasan terhadap AI," ujarnya.