Mengusung tema utama pemberdayaan komunitas, festival tahun ini turut melahirkan gebrakan anyar dengan menghadirkan kategori film berbasis AI. Kategori ini dibuka demi mewadahi para kreator dalam memaksimalkan inovasi teknologi pada proses kreatif.
"Tahun ini kita juga ada kategori AI. Itu salah satu tools yang bisa digunakan teman-teman untuk berkarya," Ahmad Aziz.
Sorotan positif juga diungkapkan oleh Head of Strategic & Impact Communications Tanoto Foundation, Deviani Wulandari. Menurutnya, film berdurasi mikro merupakan medium storytelling yang sangat ampuh dalam membedah persoalan rumit sekaligus menyebarkan praktik-praktik baik ke ranah publik.
"Saya sangat applause buat para finalis yang telah bekerja keras mengangkat isu yang mungkin belum banyak dikenal orang," ucap Deviani Wulandari.