NADIKABAR.COM — Langit Solo masih gelap ketika koper-koper besar mulai memenuhi Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo, Selasa (13/10) dini hari WIB.

Sebagian atlet datang bersama keluarga. Pelukan, salaman, dan pesan-pesan mengiringi mereka sebelum memasuki area keberangkatan.

Ada pula yang langsung berkumpul bersama rekan satu cabang olahraga, memastikan barang bawaan, berbincang ringan, atau sekadar mencoba tidur di kursi bandara.

Pukul 05.40 WIB, perjalanan menuju Jepang dimulai. Tujuannya Aichi-Nagoya, tempat Asian Para Games 2026 akan berlangsung pada 18-24 Oktober.

Namun perjalanan 103 atlet Indonesia pagi itu tentu tidak dimulai ketika pesawat meninggalkan landasan. Berbulan-bulan latihan, pemusatan latihan, kualifikasi hingga berbagai uji coba telah mereka jalani untuk mendapatkan tempat di kontingen Merah Putih.

Kini, kurang dari sepekan sebelum upacara pembukaan, mereka memasuki bagian akhir dari persiapan panjang tersebut.

Sebelum meninggalkan Indonesia, beberapa atlet sempat menuliskan harapan untuk diri sendiri dan kontingen.

Kalimatnya sederhana. Ada yang berharap perjalanan lancar, selalu sehat, mampu mengeluarkan kemampuan terbaik, hingga pulang membawa medali.

Di antara mereka ada Subhan. Pebulu tangkis yang bersama Rina Marlina merebut emas ganda campuran SH6 pada Asian Para Games Hangzhou 2022 itu kembali membawa ambisi besar ke Jepang.

"Harapannya jelas perjalanannya lancar dan bisa membawa hasil yang maksimal. Saya berharap bisa mempertahankan medali emas di Jepang nanti," kata Subhan.

Jendi Pangabean membawa tekad serupa. Bagi perenang asal Sumatera Selatan tersebut, Nagoya akan menjadi Asian Para Games keempat. Pada usia 35 tahun, peraih emas 100 meter gaya punggung putra S9 pada Asian Para Games 2018 dan 2022 itu masih memiliki keinginan yang sama untuk menjadi yang terbaik.

"Persiapannya sekarang sudah persiapan akhir. Tinggal menjaga kondisi supaya nanti ketika pertandingan benar-benar siap," ujar Jendi.

Subhan dan Jendi hanya dua dari 103 atlet yang dibawa Indonesia. Di dalam rombongan yang sama terdapat atlet senior dengan sederet prestasi internasional, juara bertahan, hingga wajah-wajah baru yang untuk pertama kali akan merasakan persaingan Asian Para Games.

Secara keseluruhan, kontingen Indonesia berkekuatan 210 personel yang terdiri atas 103 atlet dan 107 ofisial maupun pendamping. Mereka akan ambil bagian pada 12 cabang olahraga.

Cabang olahraganya berbeda, begitu pula kelas pertandingan dan target masing-masing. Namun mereka datang membawa satu nama yang sama. Indonesia.