Rupana berharap pemerintah segera melakukan revitalisasi terhadap saluran tersebut. Menurutnya, kondisi saluran sudah dipenuhi lumpur sehingga kapasitas alirannya makin terbatas. Rupana juga mengusulkan agar titik-titik tertentu dipasang sekat atau jaring untuk menahan sampah sehingga tidak terus masuk dan menyumbat aliran.

Keluhan serupa dirasakan Willy, pelaku usaha donat yang baru membuka tokonya pada Juli 2026. Ia mengatakan dampak genangan dirasakan baik oleh pelanggan yang datang langsung maupun pembeli melalui layanan online.

"Karena usaha makanan, ada kesan kumuh dan terkesan jorok. Memang tidak ada dampak signifikan penurunan pembeli, tetapi keluhan itu yang sering saya dapat, baik dari komentar online atau yang beli langsung," ujar Willy.

Willy mengungkapkan kondisi serupa bahkan pernah terjadi pada Agustus lalu. Saat itu, menurutnya, kondisi jauh lebih parah karena berbagai jenis sampah ikut terbawa air dan masuk ke area parkir usaha.

"Saya baru buka toko bulan Juli, pertama kali kena di bulan Agustus lalu. Waktu itu lebih parah dan segala macam sampah masuk ke areal parkir usaha," ujar Willy.

Meski demikian, aktivitas produksi dan penjualan tetap berjalan. Hanya saja, ketika air meluber, produksi di lokasi tersebut dikurangi. Untuk memenuhi permintaan, ia mengalihkan sebagian produksi ke beberapa outlet miliknya.

"Kami tetap produksi dan jual. Cuma ketika air meluber, produksi yang di sini lebih sedikit. Kebetulan saya punya beberapa outlet, dan yang di outlet lain saya lebihkan produksinya," jelas Willy.

Di tengah persoalan tersebut, Willy menilai penanganan sampah tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Ia meyakini sampah yang menyumbat saluran tersebut sebagian besar berasal dari perilaku masyarakat.

"Sampah ini bukan polemik atau urusan pemerintah. Karena saya tahu sampah ini dari warga. Bukan hanya tugas pemerintah, tetapi masyarakat harus sadar menjaga lingkungan," tegasnya.

Kepala Desa (Kades) Dauh Peken, I Komang Sana Yasa, mengungkapkan genangan telah terjadi selama sekitar lima hari. Sedangkan air mulai meluber hingga ke jalan sejak dua hari terakhir. Selain debit air yang tinggi, tumpukan sampah menjadi persoalan utama yang membuat aliran tersumbat.